|
Persanan Terakhir Saudara Rustam Sani Saya benar-benar kagum akan Mahathir, khususnya terhadap kemampuan dan kedegilannya untuk menyatakan pandangannya.
Dia akan terus bertakata-kata, meskipun sudah tidak ada lagi orang yang mau mendengar pandangannya itu – kecuali mungkin beberapa orang yang mau memperalatkannya sebagai sumber “pendapat” bagi maksud tertentu – untuk menyerang Abdullah Badawi, misalnya. Dan bagi tahap umurnya, tenaga Mahathir memang luar biasa. Suaranya masih lantang, sebutannya masih jelas – meskipun daya ingatannya ternyata sudah kabur (banyak yang tidak diingatnya atau sudah tersalah ingat), daya analisisnya sudah longgar, rasa hormatnya terhadap lojika, etika, maupun kebenaran jelas sudah berkecai. Namun, bagi saya, apa yang lebih menakjubkan ialah masih banyak antara kita yang masih sanggup mendengar racauannya itu. Oleh itu, bila Mahathir akan diwawancara untuk rancangan “Hard Talk” baru-baru ini saya menjadi kebanjiran dengan pesanan SMS maupun posting blog tentangnya. Memanglah Mahathir merupakan seorang yang degil, yang tidak puas-puas meracau di mana sahaja. Dia akan berceramah di majlis ceramah anjuran PROWARIS atau bahagian-bahagian Umno yang tertentu, berdebat dalam forum anjuran laman blog MyKMU, ditemuramah oleh Malaysiakini.com, malah menulis kata pengantar untuk buku Dr. Collin Abraham. Tidak ada sesuatu yang baru dalam apa yang diperkatakannya, namun orang tetap akan mendengar malah melaporkannya kembali di tempat lain, di muka akhbar maupun di laman blog. Tidak ada yang mendalam atau profound dalam analisisnya, namun masih banyak yang menganggap kata-katanya sebagai semacam mutiara ilmu. Dan inilah yang menakjubkan saya. Apakah yang menarik tentang Mahathir ini: mutiara ilmu yang keluar dari mulutnya atau sekadar personanya? Dan apakah yang menarik tentang persona itu – auranya atau sekadar latarbelakang dirinya yang pernah menjadi ahli politik yang memberontak terhadap establishment Umno tetapi kemudiannya bertukar menjadi establishment itu sendiri yang amat menindas? Baru-baru ini Mahathir tampaknya telah berhasil pula menjaja misteri dirinya itu ke luar negara. Dia sanggup ditemuramah di ruangan “Hard Talk” BBC yang terkenal kerana soalan-soalan mendalam lagi kasar terhadap sesiapa sahaja – khususnya para pemimpin negara dunia ketiga. READ MORE HERE
|